YASMI WEBSITE
 
Kamis, 18 Desember 2014
 
 
ABRSM  
SEJARAH ABRSM DI INDONESIA












   
   
   
   






 

 

 

Sejarah ABRSM di Indonesia

Sebelum adanya Ujian Associated Board of the Royal Schools of Music ABRSM di Indonesia. Para peserta ujian dari Indonesia mengikuti ujian tersebut di Singapura sebagai negara terdekat yang bisa di kunjungi.

Selain biaya besar, waktu yang disediakan untuk mengikuti ujian juga menjadi sangat besar. Untuk ujian Grade I yang tidak lebih dari 10 menit, waktu yang disediakan adalah 2 hari. Satu hari untuk tiba di Singapura dan satu harinya lagi untuk ujian. Biasanya seorang peserta didampingi setidaknya satu atau dua orangtua mereka, sehingga biaya keseluruhannya menjadi sangat besar.

Atas usul beberapa guru musik dan orang tua murid, maka diadakan pendekatan ke ABRSM London dan mendapatkan tanggapan positif dan mereka, sehingga untuk pertama kali ujian ABRSM di adakan pada tahun 1977 di Surabaya dengan penguji pertama Miss Ruth Gerald.

Jumlah peserta saat itu sebanyak 137 orang yang datang ke Surabaya, peserta berasal dari kota Surabaya, dan luar kota seperti Yogyakarta, Malang , Semarang dan lain-lain.

Tahun-tahun kemudian, ujian ABRSM diselenggarakan di Jakarta, Medan, Semarang, Palembang dan kota-kota lain di Indonesia, dikarenakan adanya permintaan dari guru-guru musik yang memerlukan ujian bagi murid mereka, supaya murid asuhannya mempunyai certificate ABRSM yang diakui dan di terima secara Internasional.

Dari sambutan dan dukungan guru musik ini, maka dari tahun ke tahun, terutama di Indonesia,peserta ujian ABRSM selalu meningkat dan pendirian studio-studio ujian baik umum maupun privat juga bertambah. Dan di harapkan dengan pertumbuhan peserta ujian di Indonesia, standart musik di Indonesia akan terus meningkat dan bisa menyamai standart dari negara-negara maju lainnya.

Hal ini dapat di lihat bahwa banyak peserta ABRSM dari Indonesia yang mendapatkan nilai baik sewaktu mereka melanjutkan studinya di perguruan tinggi di luar negeri. Bahkan banyak peserta dari Indonesia yang pernah di undang untuk mengajukan permohonan beasiswa untuk di terima di salah satu Royal Schools of Music di Inggris.